Proses inisialisasi yang dilakukan OS (Linux) saat boot

Rabu, 31 Desember 2014

Adapun Proses Inisialisasi yang dilakukan oleh Sistem Operasi Linux saat boot yaitu :
  1. BIOS, Basic Input/Output System adalah antar muka (Interface terendah antara komputer dan peripheral)
  2. MBR, Master boot record menunjuk ke boot loader (LILO : Linux boot Loader).
  3. LILO akan menyalakan label Sistem Operasi yang mengidentifikasi kernel yang dijalankan
  4. Kernel akan menjalan Sistem Operasi dimana yang pertama kali dijalankan adalah proses init, init adalah root dari semua proses pada Sistem Operasi Linux.
  5. Proses pertama melalui ini adalah skrip /etc/rc.d/rc/sysinit
  6. Berdasarkan run-level yang telah ditentukan skrip akan dieksekusi untuk menjalankan Sistem Operasi dan membuatnya lebih fungsional.
ALUR KERJA INIT PROSES

Seperti yang sudah di dijelaskan Pada Proses inisialisasi pada saat boot menunjukkan bahwa yang petama kali dilakukan untuk memulai init proses yaitu :
  1. Kernel dipanggil oleh boot Loader untuk menjalankan program init, yaitu proses yang menjadi dasar dari proses-proses lainnya. Proses ini biasa juga disebut “The FirstProcess”, dimana proses ini mengacu pada script /etc/rc.d/rc/sysinit.
  2. Lalu program init kemudian menetukan jenis run-level yang terletak pada /etc/inittab. Berdasarkan pada run-level skrip kemudian menjalankan berbgai proses lain yang dibutuhkan oleh system sehingga sistem dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan dapat digunakan. Dimana proses ini (pendfinisian run-level) telah didefinisikan oleh init default pada file /etc/inittab. “Run-level adalah suatu parameter yang mengatur sevice yang akan dijalankan misalnya reboot, shutdown dan sebagainya”.
Download Berkas .pdf :

Label:

posted by Unknown at 11.04 0 comments

Bagaimana Menukar Nilai dari suatu Varibel ke Variabel Lain tanpa Variabel Bantu - Algoritma

Selama ini yang saya melihat ketika Seseorang ingin menukarkan sebuah nilai dari variabel ke variabel lainnnya biasanya menggunakan Variabel bantu. 
Misalnya Nilai A adalah 2 dan Nilai B adalah 3, maka beberapa orang yang saya dapatkan menyamakan permasalahan ini dengan menukarkan isi dari suatu gelas ke gelas lainnya. seperti menukarakan isi gelas A yang berisi Teh dengan Gelas B yang berisi Kopi, maka akan ada bantuan dari gelas C. Dimana isi gelas A (Teh) dimasukkan Ke C (kosong), sehingga Gelas C berisi teh dan A telah kosong,  lalu isi Gelas B (kopi) dimasukkan ke Gelas A (kosong), sehingga gelas B kosong dan Gelas A berisi kopi, lalu terkahir isi gelas C (teh) dimasukkan ke gelas B (kososng), sehingga gelas C kembali Kosong dan gelas B berisi Teh . Sehingga isi gelas A dan B terlah tertukar (dengan bantuan gelas C).
Sebenarnya ketika kondisi seperti Nilai Variabel A ingin ditukar dengan Variabel B, maka Variabel C sesungguhnya tidak dibutuhkan. Hanya dengan menggunakan Penyelesaian Matematika Sederhana kita sudah dapat menukarkan Nilai A ke B dan Nilai B ke A tanpa menggunakan Variabel bantu C. Bagaimana Caranya ?

A = 2
B = 3

B = A + B
B = 2 + 3
B = 5

A = B - A
A = 5 - 2
A = 3

B = B - A
B = 5 - 3
B = 2

Sehingga Hasi Terakhir yang diperoleh yaitu A bernilai 3 dab B bernilai 2.

Label:

posted by Unknown at 03.34 0 comments

Penerapan Algoritma Dijkstra Pada Jaringan Komputer

Pada Saat ini sudah Banyak Algortima mencari lintasan terpendek (Shortest Path) yang pernah ditulis. Algortima Lintasan terpendek yang paling terkenla adalah Algoritma Dijkstra yang ditemukan oleh EDSGER W. DIJKSTRA. Dalam naskah aslinya, Algortima Dijkstra siterapkan untuk mencari lintasan terpendek pada graf berarah, namun algoritma ini juga benar untuk Graf tak-berarah.

Jaringan Komputer (Computer Network) terdiri dari sejumlah komputer yang saling terhubung satu sama lain melalui saluran komunikasi (misalnya kabel, serat optik, gelombang mikro, gelombang radio). Antara suatu komputer dengan Komputer lain seringkali terpisah antara geografis (antar kota, atau antar negara), atau berada pada daerah geografis yang sama (satu gedung, atau satu area, dan sebagainya). Pesan yang dikirim dari suatu komputer ke komputer lain umumnya dipisah menjadi paket data yang berukuran lebih kecil.Saluran komunikasi yang digunakan untuk menghantarkan paket mempunyai keterbatasan dalam hal kecepatan transmisi (umumnya keceptan Transmisi dinyatakan dalam satuan kbps). Untuk menyampaikan paket data dari suatu komputer ke komputer lainnya, sistem jaringan komputer harus dapat melakukan pemilihan rute agar paket dapat sampai ke komputer tujuan dengan cepat. yang dimaksud dengaan routing (perutean) adalah menentukan lintasan yang dilalui oleh paket dari komputer pengirim ke komputer penerima.

Permasalahnnya adalah bagaimana menentukan rute yang tepat agar paket dapat samapai ke komputer tujuan secepat mungkin. Dengan menggunakan rute tersebut, paket data yang sampai ke suatu komputer dapat diarahkan ke komputer tetangga menuju komputer penerima dengan delay waktu yang minimum. Dengan kata lain kita harus menentukan Shortest Path yang akan dilalui paket menuju komputer tujuan. Perutean yang diharapakan adalah perutean yang sistem komputer dapat menentukan rute baru ketika terjadi perubahan pada topologi jaringan (misalnya ada kerusakan router, sehingga router tersebut tidak dapat dilalui, atauperubahan kecepatan trasmisi antar router, atau bahkan adanya penambahan router baru). - bersambung

Label:

posted by Unknown at 03.00 0 comments

Digital Signature Algorithm [1]

Selasa, 30 Desember 2014

PENGANTAR
Digital Siganuture Algorithm atau yang sering disebut dengan DSA adalah salah satu Teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kemanan data. berfungsi sebgaia penanda pada data yang memastika kebenaran data tersebut (tidak ada perubahan data/modifikasi).

Pada Bulan Agustus 1991, NIST (The National Intitute of Standard and Tchnology) mengumumkan standard untuk tanda tangan Digital yang dinamakan  DSS (Digital Signature Standard).

DSS (Digital Signature Standard) memiliki dua komponen yaitu :
  1. DSA (Digital Siganture Algorithm)
  2. SHA (Secure Hash Algorithm)
 DSA sendiri adalah sebuah Algorthma yang dibuat oleh DAVID W. KRAVITZ. DSA terdiri atas beberapa tahapan dimulai dari pembangunan kunci, penandatanganan dan proses verifikasi. 

ingat : DSS adalah sebuah standard dan DSA adalah Algoritma

MANFAAT DSA
  1. Authenticity (Ensured)
  2. Intergrity
  3. Non-Repudiation
  4. Confidentiality

Authenticity (Ensured)
Dengan Memberikan Digital Signature pada Data Elektronik yang dikirimkan, maka akan dapat ditunjukkan darimana dapat elektronik tersebut berasal. Integritas Pean tersebut akan terjamin karena keberadaan dari Digital Sertificate yang diperolah atas dasar Aplikasi kepada Certification Authority uleh User/Sebsciber. Digital Certificate ini memiliki beberapa tingkatan level yang menentukan seberapa besar kewenangan yang dimiliki oleh pengguna.

Integrity
ketika penerima pesan merasa yakin bahwa pesan/data tersebut pernah diubah/dimodifikasi selama proses pengiriman atau penyimpanan data. Dengan adanya penggunaan tanda tangan digital yang diaplikasikan pada data/pesan yang dikirim dapat menjamin bahwa pesan/data tersebut tidak mengalami perubahan atau modifikasi oleh pihak yang tidak berwenang. Apabila Hash-Valuenya berbeda maka patut dicurigai atau dapat disimpulkan bahwa data yang telah dikirim telah dimodifikasi.

Non-Repudiation
Non-repudiation timbul dari keberadaan Digital Signaure yang menggunakan enkripsi asimetris (assymetric Encryption) yang melibatkan keberadaan Kunci Privat (Private Key) dan Kunci Publik (public Key). Dimana pengirim Pesan tidak akan dapat menyangkal apabila ia telah mengirimkan sebuah pesan. Pesan yang telah di enkrisi dengan Menggunakan Private Key maka hanya akan dapat dibuka/dekripsi dengan dengan menggunakan Public Key dari Pengirim.

Confidentiality
Pesan dalam bentuk data yang dikirimkan bersifat Confidential/Rahasia, Sehingga tidak semua orang dapat mengetahui isi dari data elektronik yang telah di-Sign dan dimasukkan ke dalam Digital envelope. Keberadaan Digital Envelope yang termaksud bagian yang integral dari Digital Signature menyebabkan suatu pesan yang telah dienkripsi hanya dapat dibuka oleh orang yang berhak. Pada saat ini panjang kunci yang dapat dugunakan adalah 128 bit.

KELEBIHAN DSA
  1. Penerapan DSA pada email, Penerima dijamin bahwa pesan atau data yang diterima dari pengirim adalah valid/benar atau tidak berubah.
  2. Keamanan atau Otentifikasi dari paket akan lebih terjaga.
  3. lebih aman daripada menggunakan Password dan isi dari pekt lebih terjamin.
KEKURANGAN DSA
  1. Pada masalah email, penggunaan DSA menyebabakan penambahan bit pada pesan
  2. Membutuhkan komputasi yang lebih cepat.

Label:

posted by Unknown at 20.32 0 comments

Complementary Metal Oxide Semiconductor

Minggu, 28 Desember 2014

CMOS, Complementary metal oxide semiconductor adalah jenis chip semi-konduktor yang menyimpan data tanpa membutuhkan sumber daya eksternal.

Frank Wanlass
Teknologi CMOS digunakan di mikroprosesor, pengontrol mikro, RAM statis, dan sirkuit logika digital lainnya. Teknologi CMOS juga digunakan dalam banyak sirkuit analog, seperti sensor gambar, pengubah data, dan trimancar terintegrasi untuk berbagai jenis komunikasi. pada tahun 1967 Frank Wanlass berhasil mematenkan CMOS. 
CMOS dalam komputer dasar diperlukan untuk menginisialisasi Komponen perangkat keras Hardware dan proses saat boot up. Pengaturan ini sering disebut dengan pengaturan BIOS (basic input output system). CMOS mengatur segala fungsi termaksud Power On Self Test (POST). Ketika Power supply disulut, CMOS menjalankan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan sistem berfungsi dengan benar. Salah satu pemeriksaan termasuk menghitung pemakaian random access memory (RAM). Karena delay boot time inilah, sehingga beberapa orang menonaktifkan fitur ini dalam pengaturan CMOS, memilih untuk quick boot. Jika menginstal RAM yang baru lebih baik jika fitur ini diaktifkan dulu sampai RAM telah diperiksa dengan baik barulah dinonaktifkan. 
Setelah POST selesai, CMOS memeriksa pengaturan lainnya. Memeriksa format Hard disk dan konfigurasi Redundant Array of Independent Disk (RAID), preferensi boot, kehadiran peripheral, dan tweak overclocking. Banyak pengaturan dapat secara manual diubah konfigurasi CMOS untuk meningkatkan kinerja. Namun, perubahan ini hanya boleh dilakukan oleh pengguna berpengalaman. Mengubah pengaturan sembarangan dapat membuat sistem tidak stabil, menyebabkan crash, atau bahkan mencegah komputer untuk boot. 

CMOS sama dengan komponen Elektronika lainnya yang kadang mempunyai gangguan tersendiri. Adapun yang menyebabkan gangguan pada CMOS adalah :
  1. Kemungkinan baterai CMOS telah lemah, sehingga tidak dapat lagi mensupord daya pada CMOS pada saat komputer mati.
  2. Kebiasaan pemakaian peralatan seperti USB Flash Disk, External Hardisk yang langsung di cabut tanpa Safely Remove Hardware, mengakibatkan software yang terpasang dan di data oleh CMOS akan tersimpan dan pada saat komputer di hidupkan lagi CMOS tidak menemukan data Hardware tersebut.
  3. Kemungkinan akibat serangan virus yang menyerang registry windwos yang berhubungan dengan CMOS sehingga antara CMOS dan windows tidak sinkron.
  4. Akibat terlalu seringnya komputer di matikan tanpa Shutdown, yang mengakibatkan system tidak menyimpan setting CMOS, dan CMOS siap untuk menyimpan setting komponen karena dimatiin mendadak.
  5. Bila CMOS terganggu biasanya juga terjadi, akibat penggunaan computer yang tidak stabil, walaupun komponen lainnya tidak mengalami kerusakan.


Label:

posted by Unknown at 01.26 0 comments