Complementary Metal Oxide Semiconductor
Minggu, 28 Desember 2014
CMOS, Complementary
metal oxide semiconductor adalah jenis chip semi-konduktor yang menyimpan data tanpa membutuhkan sumber daya eksternal.
| Frank Wanlass |
Teknologi CMOS digunakan di mikroprosesor, pengontrol mikro, RAM statis,
dan sirkuit logika digital lainnya. Teknologi CMOS juga digunakan dalam banyak
sirkuit analog, seperti sensor gambar, pengubah data, dan trimancar
terintegrasi untuk berbagai jenis komunikasi. pada tahun 1967 Frank Wanlass
berhasil mematenkan CMOS.
CMOS dalam komputer
dasar diperlukan untuk menginisialisasi Komponen perangkat keras Hardware dan proses saat boot up.
Pengaturan ini sering disebut dengan pengaturan BIOS (basic input output system). CMOS mengatur segala fungsi termaksud
Power On Self Test (POST).
Ketika Power supply
disulut, CMOS menjalankan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan sistem
berfungsi dengan benar. Salah satu pemeriksaan termasuk menghitung pemakaian
random access memory (RAM). Karena delay boot time inilah, sehingga beberapa
orang menonaktifkan fitur ini dalam pengaturan CMOS, memilih untuk quick boot.
Jika menginstal RAM yang baru lebih baik jika fitur ini diaktifkan dulu sampai
RAM telah diperiksa dengan baik barulah dinonaktifkan.
Setelah POST selesai, CMOS memeriksa pengaturan
lainnya. Memeriksa format Hard disk dan konfigurasi Redundant Array of
Independent Disk (RAID), preferensi boot, kehadiran peripheral, dan tweak
overclocking. Banyak pengaturan dapat secara manual diubah konfigurasi CMOS
untuk meningkatkan kinerja. Namun, perubahan ini hanya boleh dilakukan oleh
pengguna berpengalaman. Mengubah pengaturan sembarangan dapat membuat sistem
tidak stabil, menyebabkan crash, atau bahkan mencegah komputer untuk boot.
CMOS sama dengan komponen Elektronika lainnya
yang kadang mempunyai gangguan tersendiri. Adapun yang menyebabkan gangguan
pada CMOS adalah :
- Kemungkinan
baterai CMOS telah lemah, sehingga tidak dapat lagi mensupord daya pada CMOS
pada saat komputer mati.
- Kebiasaan pemakaian peralatan seperti USB Flash Disk, External Hardisk yang langsung di cabut tanpa Safely Remove Hardware, mengakibatkan software yang terpasang dan di data oleh CMOS akan tersimpan dan pada saat komputer di hidupkan lagi CMOS tidak menemukan data Hardware tersebut.
- Kemungkinan akibat serangan virus yang menyerang registry windwos yang berhubungan dengan CMOS sehingga antara CMOS dan windows tidak sinkron.
- Akibat terlalu seringnya komputer di matikan
tanpa Shutdown, yang mengakibatkan system tidak menyimpan setting CMOS, dan
CMOS siap untuk menyimpan setting komponen karena dimatiin mendadak.
- Bila
CMOS terganggu biasanya juga terjadi, akibat penggunaan computer yang tidak
stabil, walaupun komponen lainnya tidak mengalami kerusakan.
Label: Computer Science
posted by Unknown at 01.26
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home